Diberdayakan oleh Blogger.
RSS


Efek Samping Behel Gigi Fashion

Efek Samping Behel Gigi Fashion Ternyata masih banyak yah...yang suka make kawat gigi or behel gigi fashion. pada tahu nggak efek buruk nya kayak apa. Saya heran dinegara lain sana, behel gigi itu digunakan untuk pengobatan bagi mereka yang gigi nya ginsul atau tonggos, justru dinegara lain mereka sebenarnya terpaksa dan malu memakai behel gigi karena demi memperbaiki susunan gigi, eh dinegara kita malah jadi buat gaya-gayaan. hadeh....



Dibawah ini adalah efek buruk dari penggunaan behel gigi sembarangan yang saya copas dari blognya zikri.com

Pemasangan bracket pada gigi atau yang lebih dikenal dengan kawat gigi alias behel adalah sebuah cara yang saat ini lazim dipakai untuk memperbaiki susunan gigi yang tidak rapih. Tapi tidak banyak orang yang tahu apalagi sadar bahwa penggunaan kawat gigi tidak hanya berhubungan dengan asal gigi rapih (estetika). Lebih dari sekadar rapih, penggunaan kawat gigi juga dimaksudkan untuk memperbaiki posisi gigi dalam fungsi pengunyahan makanan, memperbaiki penampilan wajah dan juga memperbaiki masalah lingual (seperti kesulitan dalam pengucapan huruf ‘s’) karena gigi depan bagian atas tidak mengatup sempurna dengan bagian bawah (bahasa kerennya: open bite). Penggunaan kawat gigi juga berhubungan dengan kesehatan; di mana gigi yang berjejal akan menyulitkan pembersihan plak dan sisa makanan, sehingga meningkatkan resiko terjadinya gigi berlubang dan peradangan gusi.
sebelum sesudah
Gambar di atas adalah contoh foto gigi pasien sebelum dan sesudah perawatan orthodonti. Tanda panah merah menunjukkan gigi yang harus dicabut. (properti: drg. Vera Susanti Z, Sp.Ort).
Maraknya tren penggunaan kawat gigi dan ditambah oleh ketidaktahuan masyarakat awam membuat  banyak orang ‘berani’ mempertaruhkan aset tubuh yang tak tergantikan itu dengan mempercayakan pemasangan behel pada sembarang orang(ingat, gigi orang dewasa yang telah tanggal atau rusak tidak akan tergantikan oleh gigi baru). Tren pemakaian behel yang dikaitkan juga dengan gaya hidup dan fashion membuat banyak orang nekat memakai walau sebenarnya tidak memerlukannya. Lebih gawat lagi, sebagian di antara mereka malah nekat memasang di tempat yang asal murah yang penting gaya!

catatan: tulisan ini merupakan tulisan populer (non ilmiah) yang ditulis oleh orang awam untuk bidang yang sedang dibicarakan (bukan dokter gigi), namun demikian saya sudah berpengalaman pakai kawat gigi 3x (tiga kali) karena harus diperbaiki kembali; dan sekarang ber-istri seorang dokter gigi spesialis orthodonti yang jadi teman ngobrol sebelum tidur.
Pada saat ini, pemasangan kawat gigi boleh dibilang sebagai bisnis yang menggiurkan. Pemasangan kawat gigi yang seharusnya hanya dilakukan oleh dokter gigi spesialis orthodonti (drg. Sp.Ort) pada kenyataannya dikerjakan juga oleh dokter gigi spesialis lainnya, atau malah oleh seorang dokter gigi non spesialis (general practitioner). Lebih edan lagi, mereka yang bukan dokter gigi pun nekat buka ‘praktek’ di pinggir jalan dengan label Ahli Gigi. Terima pasang kawat gigi.
Gigi Yang Baik
Karena saya bukan dokter gigi, tentu saya tidak membicarakan masalah penyakit gigi dan kawan-kawannya. Dalam kacamata yang sederhana kita bisa anggap bahwa gigi yang baik adalah gigi yang bersih, tidak bolong, tidak ada yang ompong, serta menjalankan tugasnya dengan sempurna.
Bagaimana tuh gigi yang sempurna menjalankan tugasnya? Tugas utama gigi untuk menggigit dan mengunyah makanan bukan? Cara termudah untuk memeriksanya adalah coba katupkan gigi rapat-rapat pada posisi yang paling nyaman (ngga dibuat-buat dengan menggeser rahang ke arah tertentu. just relax.). Perhatikan gigitan gigi mulai dari geraham atas bertemu geraham bawah secara sempurna untuk mengunyah, taring atas berpasangan dengan taring bawah untuk mengoyak, gigi seri atas bertemu dengan gigi seri bawah untuk menggigit. Normalnya rahang bawah akan sedikit lebih mundur dibanding rahang atas.
Pada kasus rahang bawah lebih maju dibanding rahang atas, orang awam sering menyebutnya sebagai cakil, atau cameuh, dan sejenisnya. Sebaliknya, bisa saja yang terjadi ternyata adalah rahang atas terlalu maju dibanding rahang bawah, sehingga gigi seri atas tidak bisa bertemu dengan gigi seri bawah, alias protusif. Pada kasus cakil dan protusif, sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi bahwa yang mengerjakan haruslah dokter gigi dengan spesialisasi orthodonti alias orthodontist

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar